Sabtu, 31 Desember 2016

Renungan Memaknai Tahun Baru

 
 
Image result for tahun baru 2017              
Sebentar lagi, momen tahun baru akan tiba. Berbagai persiapan menyambut pergantian tahun itu sudah mulai terjadi. Ada yang mempersiapkan kembang api, kendaraan untuk berkonvoi, aneka makanan dan minuman, terompet, serta hiasan atau aksesoris. Beragam rencana acara pun terus diasah agar benar-benar sukses.
 
Acara tahun baru akan dimulai dari malam tanggal 31 Desember. Perubahan tahun akan terjadi pada pukul 00.00. Oleh karena itu, banyak orang yang rela tidak tidur alias begadang demi menunggu kesempatan tersebut. Waktu istirahat malah disembelih demi kesenangan menunggu tahun baru. Mereka melakukannya karena memang pada tanggal 1 Januari termasuk tanggal merah. Kantor libur, sekolah tidak masuk, jadi tidak ada aktivitas kerja maupun belajar.
 
Saat menjelang jam 00.00, orang-orang menghitung detik-detiknya. Tepat jam 00.00, mereka bersorak-sorai. Saling mengucapkan selamat tahun baru. Ada juga yang berdoa, semoga di tahun baru dapat lebih baik dibandingkan tahun yang lama. Aneka tekad dipancangkan untuk mengubah diri. Aneka rencana tentang program yang akan dilakukan pada tahun itu juga dibuat. Namun, apa yang terjadi?
 
Seiring berjalannya waktu di tahun yang baru, mulai timbul kemalasan dan keengganan untuk melaksanakan semua rencana. Ternyata, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi kalau semangatnya hanya angin-anginan alias setengah-setengah. Semangat itu tidak akan menyengat. Itu panas di awal saja, setelah itu jadi hangat, kemudian menjadi dingin, akhirnya mati. Apakah kita mau mempunyai semangat seperti itu?
 
Keteguhan Menjalani Proses
 
Menjadi orang yang sukses, itu seperti melewati jalan yang penuh dengan es. Ada rasa dingin yang menggigit. Ada pula licin yang terus berusaha memilin. Agar berhasil, dibutuhkan usaha yang keras luar biasa. Semangat, hasrat dan gairah harus terus dikobarkan. Perapian dalam hati ini harus selalu dinyalakan. Soalnya, kalau sudah padam, maka perjuangan kita bisa jadi remuk redam.
 
Berpindah tahun, sama saja dengan berpindah hari. Hanya memang, suasana berubahnya tahun lebih meriah daripada ganti hari biasa. Orang-orang bergembira dan bersenang-senang. Sebenarnya, apa yang mereka gembirakan? Apa pula kesenangan yang mereka banggakan? Kalau toh pada akhirnya, tahun baru dihabiskan dengan melakukan sesuatu yang sama seperti tahun yang lama. Tidak ada peningkatan. Tidak ada perkembangan. Lalu, jika memang seperti itu, pantaskah kita bergembira? Bukankah seharusnya kita bersedih?
 
Semaraknya tahun baru harus terus kita bawa dalam hari-hari berikutnya pada tahun tersebut! Kita harus sadar, sudah banyak kesalahan yang kita perbuat dan rencana yang belum terwujud di tahun lama. Kini kesempatan itu terbuka. Namun, jangan sampai kesempatan itu berubah menjadi kesempitan! Itu tidak akan terjadi bila kita terus-menerus membarukan diri, waktu dan semangat kita. Salam sukses luar biasa!
 
Sumber : http://bit.ly/1bVNR7k Artikel Lainnya :
Komunikasi Tanpa K
Gembira Itu Murah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar