Sebentar lagi, momen tahun baru akan tiba. Berbagai persiapan menyambut
pergantian tahun itu sudah mulai terjadi. Ada yang mempersiapkan
kembang api, kendaraan untuk berkonvoi, aneka makanan dan minuman,
terompet, serta hiasan atau aksesoris. Beragam rencana acara pun terus
diasah agar benar-benar sukses.
Acara tahun baru akan dimulai dari malam tanggal 31 Desember. Perubahan
tahun akan terjadi pada pukul 00.00. Oleh karena itu, banyak orang yang
rela tidak tidur alias begadang demi menunggu kesempatan tersebut.
Waktu istirahat malah disembelih demi kesenangan menunggu tahun baru.
Mereka melakukannya karena memang pada tanggal 1 Januari termasuk
tanggal merah. Kantor libur, sekolah tidak masuk, jadi tidak ada
aktivitas kerja maupun belajar.
Saat menjelang jam 00.00, orang-orang menghitung detik-detiknya. Tepat
jam 00.00, mereka bersorak-sorai. Saling mengucapkan selamat tahun baru.
Ada juga yang berdoa, semoga di tahun baru dapat lebih baik
dibandingkan tahun yang lama. Aneka tekad dipancangkan untuk mengubah
diri. Aneka rencana tentang program yang akan dilakukan pada tahun itu
juga dibuat. Namun, apa yang terjadi?
Seiring berjalannya waktu di tahun yang baru, mulai timbul kemalasan
dan keengganan untuk melaksanakan semua rencana. Ternyata, tidaklah
semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi kalau semangatnya hanya
angin-anginan alias setengah-setengah. Semangat itu tidak akan
menyengat. Itu panas di awal saja, setelah itu jadi hangat, kemudian
menjadi dingin, akhirnya mati. Apakah kita mau mempunyai semangat
seperti itu?
Keteguhan Menjalani Proses
Menjadi orang yang sukses, itu seperti melewati jalan yang penuh dengan
es. Ada rasa dingin yang menggigit. Ada pula licin yang terus berusaha
memilin. Agar berhasil, dibutuhkan usaha yang keras luar biasa.
Semangat, hasrat dan gairah harus terus dikobarkan. Perapian dalam hati
ini harus selalu dinyalakan. Soalnya, kalau sudah padam, maka perjuangan
kita bisa jadi remuk redam.
Berpindah tahun, sama saja dengan berpindah hari. Hanya memang, suasana
berubahnya tahun lebih meriah daripada ganti hari biasa. Orang-orang
bergembira dan bersenang-senang. Sebenarnya, apa yang mereka gembirakan?
Apa pula kesenangan yang mereka banggakan? Kalau toh pada akhirnya,
tahun baru dihabiskan dengan melakukan sesuatu yang sama seperti tahun
yang lama. Tidak ada peningkatan. Tidak ada perkembangan. Lalu, jika
memang seperti itu, pantaskah kita bergembira? Bukankah seharusnya kita
bersedih?
Semaraknya tahun baru harus terus kita bawa dalam hari-hari berikutnya
pada tahun tersebut! Kita harus sadar, sudah banyak kesalahan yang kita
perbuat dan rencana yang belum terwujud di tahun lama. Kini kesempatan
itu terbuka. Namun, jangan sampai kesempatan itu berubah menjadi
kesempitan! Itu tidak akan terjadi bila kita terus-menerus membarukan
diri, waktu dan semangat kita. Salam sukses luar biasa!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar